Ketika seseorang tidak yakin dengan
perkataanya,biasanya ia bersumpah untuk meyakinkan kebenaran perkataanya.
Dari Abu Hurairah RA ia menuturkan ; ‘’Aku
mendengar Rasulullah SAW bersabda,’’Sumpah itu dapat melariskan barang
dagangan,tapi menghapuskan berkah usaha’’.(HR Al-Bukhari dan Muslim).
Sebagaimana Rasulullah SAW telah
mengajarkan kepada umatnya untuk menghindari sumpah mesti dilakukan dengan nama
Allah SWT,tetapi sayangnya banyak yang tidak mengikuti perintah rasulullah.
Pedagang sering bersumpah untuk melariskan
barang dagangannya dan pengusaha sering bersumpah untuk mempromosikan usahanya.
Selain itu Rasulullah telah mengancam orang
yang bersumpah,Sebagaimana sabdanya ;’’Tiga orang yang tidak di ajak bicara dan
tidak disucikan Allah SWT (pada hari kiamat) dan mereka akan mendapat azab yang
pedih.yaitu orang yang tua(yang sudah beruban) yang melakukan zina,orang
melarat yang sombong dan orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya
;ia tidak membeli dan tidak pula menjual kecuali dengan bersumpah’’.(HR
Thabrani dengan Sanad Shahih).
Makna menjadikan Allah sebagai barang
dagangannya adalah bersumpah menyebut nama-Nya.Si pelaku telah menjadikan Allah
sebagai barang dagangan,Perbuatan ini menunjukan jika ia orang yang bertauhid
akan tetapi tauhidnya sangat lemah.
Dalam banyak hadis,Rasulullah mengungkapkan
bahwa sebaik-baik masa kaum muslimin adalah pada masa beliau hidup dan para
tabi’in karena Rasulullah,para sahabat dan tabi’in sangat berhati-hati dan tak
mudah bersumpah.
Sabda Rasulullah SAW ;’’Sebaik-baik manusia
adalah mereka yang hidup pada masaku,kemudian yang berikutnya,kemudian yang
berikutnya lagi.Selanjutnya akan datang orang-orang yang ada di antara
kesaksian’’.(HR Al-Bukhari dan Muslim).
Urusan kesaksian dan sumpah pun kian
diremehkan karena minimnya rasa takut mereka kepada Allah SWT.
Padahal Allah SWT telah memerintahkan kita
untuk menjaga sumpah dan kesaksian.(QS Al-Maidah/5:89).
Ibrahim Al-Nakha’I yang hidup pada masa
tabi’in menceritakan bahwa pada masa itu banyak orang tua yang memukuli
anaknya,jika anaknya bersumpah atau bermain-main dengan bersumpah atau
kesaksian.
Pada masa itu mereka ditegaskan untuk
mendidik anak supaya taat kepada Allah SWT dan melarang mereka dari segala yang
membahayakan.
Rangkuman ;
Bersumpah dengan menyebut nama Allah SWT
saja sudah tentu dilarang Rasulullah SAW,Apalagi bersumpah dengan nama selain
Allah SWT,Sudah tentu hukumnya haram.
Wallahu a’lam bish-shawab.