Di dalam kamus Bahasa Indonesia anak mengartikan keturunan anak sebagai keturunan yang ke dua.Anak juga berarti manusia yang masih kecil.Pada hakikatnya adalah seseorang yang berada pada masa perkembangan tertentu dan memiliki potensi tertentu untuk menjadi dewasa seiring bertambah usianya.
Secara bahasa arab kata 'anak' lebih tepat disebut Ath-Thifl yang artinya anak kecil hingga usia baligh.Sedangkan Ibnu Katsir memaknai dengan kalimat 'Qurratu A'yun' yang artinya sabagai anak keturunan yang taat dan patuh mengabdi kepada Allah SWT.
Dalam hal ini semakin jelas di jabarkan oleh Ibnu Abbas bahwa keluarga yang di kategorikan sebagai 'Qurratu A'yun' adalah mereka yang menyenangkan pandangan mata di dunia dan di akhirat.Karena mereka menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
Di dalam Al-Qur'an sebuah kata yang menyebut kata Ath-Thilf yang berarti anak kecil sebelum baligh ada empat ayat,Yaitu kedua ayat tersebut menceritakan suatu proses kejadian manusia yang berawal dari air mani (QS.Al-Hijj ayat 5 dan QS.Al-Ghafir ayat 67).
Dan yang kedua ayat lainnya terdapat dalam QS.An-Nur 31 dan 59 yang menjelaskan tentang etika seorang anak di dalam rumah terhadap kedua orang tuanya.
Di dalam hal ini orang tua adalah yang pertama harus menghantarkan mereka menuju kebaikan,pendidikan yang alami untuk memelihara dan menjaga hak-hak seorang anak.Karena anak yang sedang di masa pertumbuhan secara fisik,akal dan jiwa perlu mendapatkan bimbingan yang memadai.
Untuk mewujudkan semua itu (qurratu a'yun) islam sejak awal telah mengajari dari berbagai hal.Diantaranya penegasan bahwa awal pendidikan anak di mulai sejak sebelum hari kelahirannya.Yaitu ketika kedua orang tuanya memilih calon pasangan hidup.Karena pada dasarnya anak akan tumbuh dan berkembang sangat tergantung oleh karakter kedua orang tuanya.
Dan tujuan di syariatkan pernikahan agar terselamatkannya keturunan dan terciptanya sebuah keluarga yang harmonis.
Ibnu Qayyim al-jauziyyah menegaskan bahwa pendidikan di dalam keluarga sangatlah penting serta cara melakukannya harus dengan baik dengan cara pembiasaan dan teladan,memberikannya permainan yang wajar dan mendidik,bukan hal yang dapat mematikan hati dan hal yang merusak kecerdasan dan menghindarkannya dari pergaulan yang buruk.
Membangun kerangka dasar anak usia dini dapat di ibaratkan membangun sebuah bangunan bertingkat yang akan di awali dengan membuat pondasi yang sangat kokoh dan mampu menopang bagian-bagian yang ada di atasnya.Dan apabila anak tersebut memiliki pondasi yang kuat kokoh ketika usia dini,Maka dasar dan penopang dirinya akan terus kokoh ketika ia mulai memasuki pendidikan selanjutnya.Menurut Ibnu Qayyim tujuan akhir pendidikan seorang anak prasekolah adalah memberi landasan iman dan mental yang kokoh pada anak.
Agar ia dapat hidup bahagia saat dewasa baik di dunia dan di akhirat.
Mengenal dan memahami ragam potensi anak usia dini memang sangat penting di perlukan,Karena hal itu dapat memberikan rangsangan edukasi yang tepat sesuai kebutuhan perkembangan potensi yang di miliki anak.Upaya ini dapat di lakukan denagn memahami berbagai dimensi anak.Seperti emosi,motorik,sosial,bahasa,intelektual,konsep diri,minat dan bakat.
Selain cara di atas anda sebagai orang tua harus tahu warisan berharga yang di berikan kepada anak.
Menurut Syeikh Mansur Ali Rajjab terdapat paling tidak lima aspek yang dapat di turunkan atau di wariskan dari orang tua kepada seorang anak.Yaitu ;
1.Jasmani
Seperti contoh ; warna kulit,bentuk tubuh,sifat rambut dan lain sebagainya.
2.Intelektual
Seperti contoh ; kecerdasan dan kebodohan
3.Tingkah laku
Seperti contoh ; Sifat terpuji,sifat tercela,keras kepala,lemah lembut,taat dan durhaka.
4.Alamiah
Seperti contoh ; Pewarisan internal yang di bawa sejak ia lahir tanpa adanya pengaruh dari sifat external.
5.Sosiologi
Seperti contoh ; Pewaris yang di pengaruhi oleh faktor external.
Anak adalah anugerah dan amanah,Setiap anak lahir dalam keadaan suci dan fitrah serta selamat dari penyimpangan dan menolak hal buruk yang membahayakan dirinya.Namun karena lingkungan yang rusak dan pergaulan yang tidak baik,Maka hal itu akan menodai kefitrahan anak dan akan menghambat perkembangan akal pikirannya.
Sebagaimana telah terkandung di dalam QS. Al-Furqan/25:74 yang bunyinya ;''Dan orang-orang yang berdoa ;''Ya Tuhan kami,anugerahkan untuk kami isteri-isteri dan anak-anak keturunan kami yang menjadi penyejuk mata kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang betaqwa''.
Ayat tersebut merupakan doa sehari-hari para orang tua yang mendambakan keturunan qurratu a'yun.
Sebab itulah di antara ciri-ciri 'Ibadur-Rahman' di antaranya memiliki kepedulian besar terhadap nasib masa depan anak-anak mereka.