Mitos burung hantu sejak jaman dahulu memang sudah beredar dimana-mana,Apalagi ditambah dengan
wujudnya yang cukup menyeramkan,Matanya yang bulat besar dan bisa berkedip seperti manusia,serta
tumpukan bulu di dahinya semakin menambah efek horror ketika melihat
sosoknya.
Burung hantu ini merupakan golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal).
Burung hantu memiliki 222 spesies yang telah diketahui menyebar di
seluruh dunia kecuali Antartika, sebagian besar Greenland,dan beberapa
pulau terpencil.
Burung ini mampu terbang senyap kemudian bersiul dan hilang dengan cepat.
Menurut orang jawa burung ini dinamakan burung wuk karena suaranya wuukkk wuukkk dan munculnya hanya ditengah malam serta sarangnya dirumah kosong dan pohon yang tinggi besar.
Mitos Burung Hantu.
Dibeberapa budaya, burung hantu dianggap sebagai
simbol keajaiban.
Jika seseorang bermimpi tentang burung hantu,
artinya mereka diramalkan akan mengalami kesialan,seperti dirampok dsb.
Dalam legenda
Afganistan, burung hantu ini dikenal baik karena burung inilah yang membawakan batu api dan besi kepada
masyarakat Afganistan.Sehingga, mereka bisa membuat api.
Masyarakat Greenland bahkan juga percaya bahwa burung hantu adalah simbol kepemimpinan dan penolong.
Budaya Yunani dan Romawi percaya kalau burung hantu adalah jelmaan dari
penyihir yang suka menghisap darah bayi dan ada juga yang percaya kalau
hewan ini bertugas menyampaikan pesan kepada para penyihir. Ketika kita
mendengar suaranya, itu berarti ada seorang penyihir yang mendekati
kita.
Suku Indian mempercayai burung hantu symbol kematian.
Ditanah jawa mitosnya kotoran burung ini sangat mematikan,apabila ada hewan sejenis ayam yang memakan kotorannya,Maka ayam itu akan sakit dan mati.
Dan juga ada seseorang yang mempercayai jika ingin mempunyai indera keenam,maka ia harus memakan mata burung hantu yang berwarna merah.
Di Bali dipercayai apabila burung hantu yang berbunyi di areal rumah atau tetangga,berarti menandakan ada wanita yang sedang ngidam.